Kementan Jalankan Akselerasi Peningkatan Luas Tanam serta Produksi Padi dan Jagung 2024 di Indonesia


Kamis, 2024-05-30


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini mengakselerasi peningkatan luas tanam serta produksi padi dan jagung untuk 2024.

Tujuannya adalah melanjutkan program optimasi pemanfaatan lahan rawa yang pernah dilakukan oleh Kementan pada 2014-2019 lalu.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Rapat Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024, Senin (30/10/2023).

"Kami akan jalankan akselerasi terhadap lahan rawa mineral yang merupakan salah satu potensi besar di Indonesia. Sebelumnya, kegiatan ini pernah dilakukan di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel)," kata Amran dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (30/10/2023).

Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan lahan rawa merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Untuk diketahui, Kementan berencana akan menanam 1 juta hektar (ha) lahan rawa mineral dan 1 juta ha lahan rawa tadah hujan. Kementan akan meningkatkan Indeks Pertanian padi dan Jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Selain itu, Kementan memastikan ketersediaan pupuk atau benih unggul dan mekanisasi pertanian untuk mendorong keberhasilan peningkatan industri.

"Pertanian Indonesia hebat. Kami bekerja untuk membangun Indonesia yang lebih maju. Tahun 2017, 2019, dan 2020 Indonesia telah swasembada, Ini merupakan pencapaian dan bukti bahwa Indonesia bisa lebih maju," tegas Amran.

Amran menilai, swasembada beras dan jagung penting bagi Indonesia di tengah ancaman krisis pangan nasional. Saat ini, Indonesia telah memasuki masa tanam 1 di bulan Oktober 2023 hingga Maret 2024.

Oleh karena itu, Amran berharap agar produksi padi dan jagung pada 2024 bisa ditingkatkan untuk menambah jumlah produksi komoditas pertanian di Indonesia.

"Kita akan mencetak sejarah. Mari bersama-sama kita tetapkan swasembada yang permanen di Indonesia," tutur Amran.
Sumber: kompas.com

Berita Lainnya

Lewat ASAFF, Tunas Chemical Perkenalkan Inovasi Frensoil untuk Pertanian



Baznas Provinsi Jatim Siap Membantu Petani Gedangrowo Berinovasi



Jenis Pupuk untuk Gemburkan Tanah



Panen Raya Melon Alena dan Eksen di Desa Sidomukti Kembangbahu Lamongan



Petani Lamongan Temukan Cara Menggemburkan Kembali Tanah Tak Subur



Panen Maret 2024 Hasilkan 3,4 Juta Ton Beras, Tiga Provinsi di Jawa Pasok Separuh



Kementerian Pertanian Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024



Sektor Lain Turun, Ekspor Pertanian Januari 2024 Berhasil Naik



Panen Raya Melon Alena dan Eksen di Desa Sidomukti Kembangbahu Lamongan



Kementan Jalankan Akselerasi Peningkatan Luas Tanam serta Produksi Padi dan Jagung 2024 di Indonesia



Membuka Potensi Alam: Tingkatkan Hasil Panen Anda dengan Pupuk Organik Kami!



TIPS SUKSES DALAM BERTANI



Meningkatkan Keuntungan dan Kualitas Panen dengan Metode Pertanian Organik dan Pupuk Hayati



Petani Didorong Beralih ke Pupuk Organik: Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan



Efektivitas Pupuk Organik Cair untuk Pertumbuhan Tanaman Sawi



Solusi Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Kedelai



Meningkatkan Produktivitas Padi Melalui Pupuk Organik yang Efektif



Pengenalan Metode Kultur Jaringan dan Penerapannya oleh Petani



Mengatasi Kekeringan di Lahan Sawah dengan Pupuk Pembenah Tanah



Efektivitas Pupuk Organik vs. Anorganik pada Produksi Tanaman Cabai Keriting



Penelitian tentang Efektivitas Pupuk Organik Cair pada Produksi Padi Lokal



Pentingnya Menjaga dan Memperbaiki Kondisi Tanah untuk Keberlanjutan Pertanian



Urban Farming: Masa Depan Pertanian di Perkotaan



Urban Farming sebagai Solusi Mengatasi Krisis Pangan dan Ekologi Perkotaan



Transformasi Perkotaan: Dari Lahan Terbatas Menjadi Sumber Pangan Berkelanjutan