Lewat ASAFF, Tunas Chemical Perkenalkan Inovasi Frensoil untuk Pertanian
Jumat, 13 Maret 2020
Sektor pertanian memberikan kontribusi besar bagi pembangunan ekonomi, baik dalam kontribusi ekspor maupun meningkatkan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu ajang Asian Agriculture Food Forum (ASAFF) 2020 yang berlangsung selama tiga hari pada 12 hingga 14 Maret 2020 di JCC, Jakarta, menjadi forum pertemuan antara stakeholders pertanian untuk membahas isu-isu strategis pertanian di kawasan Asia dan membangun kerjasama Government to Government (G2G) dan Business to Business (B2B) dalam kebijakan pertanian, budidaya pertanian, teknologi pertanian, dan bisnis sektor pertanian, dalam arti luas pertanian, perikanan, peternakan.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Tunas Chemical/PT. Tunas Makmur Abadi yang memperkenalkan inovasi Frensoil (Pembenah Tanah) di ajang ASAFF 2020. Frensoil adalah produk pembenah tanah yang diformulasikan secara khusus untuk tanaman hortikultura, dan tanaman yang memiliki umur panen panjang. Terbuat dari bahan organik terpilih dan teruji manfaatnya dalam mempengaruhi sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mengoptimalkan fungsi pupuk dan obat-obatan pertanian, meningkatkan unsur hara dalam tanah, serta terbukti mampu mengembalikan kesuburan lahan pertanian.
Erwin Syahroni (Technical Support) Divisi Argo Chemical, PT. Tunas Makmur Abadi menjelaskan Frensoil itu bisa dikatakan suplemen tanah, jadi untuk beberapa tahun ke belakang itu kan memang kondisi pertanian di Indonesia mengalami penurunan dari segi kualitas tanah yang berefek pada penurunan hasil panen oleh petani. Maka dari itu kita berinovasi memperbaiki tanah tersebut dengan adanya Frensoil ini.
“Jadi tujuan kita itu memperbaiki tanah-tanah yang sudah rusak yang kurang optimal dari segi kondisinya untuk pertumbuhan tanaman kita perbaiki sehingga hasil panen atau hasil pertanian bisa meningkat kembali seperti dulu,” jelasnya.
Erwin menambahkan, Frensoil itu bisa menggemburkan tanah, menambah unsur hara terutama yang organik, mikro organisme itu juga semakin meningkat jadi berimbas juga ke tanaman. Karena kita fokusnya ke tanah.
“Kalau di bilang pupuk bukan, kalau pupuk itu kan tujuan untuk produksi, dia tidak memikirkan kondisi lahan kelestarian lahan tersebut. Tapi yang kita fokus itu membenahi tanah biar kembali ke kondisi ideal seperti kecukupan bahan organik, kemudian air,” tambahnya.
Frensoil itu muncul di tahun 2017, kita sudah berjalan 3 tahun melakukan demonstrasi di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah. Nah, untuk tahun ini kita first launching karena tahun sebelumnya masih banyak kendala terkait perizinan.
“Saat ini untuk di Jawa Timur dan Jawa Tengah dari segi petani dan pedagang itu sudah mulai banyak peminat. Ini juga kita sedang mengejar pangsa ekspor ke Afrika, karena di sana itu kan masih banyak lahan-lahan kering tandus, terus gurun juga termasuk. Nah ini karena fungsi Frensoil itu menyuburkan tanah dan untuk mengikat air juga, tanah yang tandus itu bisa kita manfaatkan untuk pertanian. Terutama untuk tanah-tanah rusak, tanah tandus,” ungkapnya.
Sumber: ELJOHNNEWS.COM
Seperti halnya yang dilakukan oleh Tunas Chemical/PT. Tunas Makmur Abadi yang memperkenalkan inovasi Frensoil (Pembenah Tanah) di ajang ASAFF 2020. Frensoil adalah produk pembenah tanah yang diformulasikan secara khusus untuk tanaman hortikultura, dan tanaman yang memiliki umur panen panjang. Terbuat dari bahan organik terpilih dan teruji manfaatnya dalam mempengaruhi sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mengoptimalkan fungsi pupuk dan obat-obatan pertanian, meningkatkan unsur hara dalam tanah, serta terbukti mampu mengembalikan kesuburan lahan pertanian.
Erwin Syahroni (Technical Support) Divisi Argo Chemical, PT. Tunas Makmur Abadi menjelaskan Frensoil itu bisa dikatakan suplemen tanah, jadi untuk beberapa tahun ke belakang itu kan memang kondisi pertanian di Indonesia mengalami penurunan dari segi kualitas tanah yang berefek pada penurunan hasil panen oleh petani. Maka dari itu kita berinovasi memperbaiki tanah tersebut dengan adanya Frensoil ini.
“Jadi tujuan kita itu memperbaiki tanah-tanah yang sudah rusak yang kurang optimal dari segi kondisinya untuk pertumbuhan tanaman kita perbaiki sehingga hasil panen atau hasil pertanian bisa meningkat kembali seperti dulu,” jelasnya.
Erwin menambahkan, Frensoil itu bisa menggemburkan tanah, menambah unsur hara terutama yang organik, mikro organisme itu juga semakin meningkat jadi berimbas juga ke tanaman. Karena kita fokusnya ke tanah.
“Kalau di bilang pupuk bukan, kalau pupuk itu kan tujuan untuk produksi, dia tidak memikirkan kondisi lahan kelestarian lahan tersebut. Tapi yang kita fokus itu membenahi tanah biar kembali ke kondisi ideal seperti kecukupan bahan organik, kemudian air,” tambahnya.
Frensoil itu muncul di tahun 2017, kita sudah berjalan 3 tahun melakukan demonstrasi di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah. Nah, untuk tahun ini kita first launching karena tahun sebelumnya masih banyak kendala terkait perizinan.
“Saat ini untuk di Jawa Timur dan Jawa Tengah dari segi petani dan pedagang itu sudah mulai banyak peminat. Ini juga kita sedang mengejar pangsa ekspor ke Afrika, karena di sana itu kan masih banyak lahan-lahan kering tandus, terus gurun juga termasuk. Nah ini karena fungsi Frensoil itu menyuburkan tanah dan untuk mengikat air juga, tanah yang tandus itu bisa kita manfaatkan untuk pertanian. Terutama untuk tanah-tanah rusak, tanah tandus,” ungkapnya.
Sumber: ELJOHNNEWS.COM
Berita Lainnya
Panen Maret 2024 Hasilkan 3,4 Juta Ton Beras, Tiga Provinsi di Jawa Pasok Separuh
Kementerian Pertanian Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung 2024
Kementan Jalankan Akselerasi Peningkatan Luas Tanam serta Produksi Padi dan Jagung 2024 di Indonesia
Meningkatkan Keuntungan dan Kualitas Panen dengan Metode Pertanian Organik dan Pupuk Hayati
Transformasi Perkotaan: Dari Lahan Terbatas Menjadi Sumber Pangan Berkelanjutan
